Halo teman-teman! Kali ini kami akan membahas mengenai 3 tips memilih cincin pernikahan, yaitu bobot, bibit, dan bebet. Wah terdengar seperti memilih pasangan hidup saja ya, haha. Tapi cincin pernikahan memang sepenting itu loh teman-teman, karena cincin pernikahan merupakan salah satu bukti cinta kita untuk pasangan hidup kita. Selain itu harapannya kan cincin ini akan kita simpan seumur hidup seperti pernikahan kita, nah harus mencari yang terbaik dong. Yuk kita bahas!

Bobot: Kualitas

Dalam istilah Jawa Bobot ini dipahami sebagai kualitas diri seseorang, benar kan teman-teman? Nah dalam mencari cincin pernikahan, bobot juga kita artikan sebagai hal yang sama, yaitu kualitas.

Cincin pernikahan yang berkualitas pastinya terbuat dari logam mulia terbaik, salah satunya yang sudah sangat sering kita gunakan adalah: Emas. Emas merupakan salah satu logam mulia yang paling sering digunakan sebagai perhiasan. Hal ini disebabkan karena warnanya yang indah, dan juga nilai investasinya yang tinggi. Kadar emas tertinggi atau yang biasa disebut emas murni berada di angka 24 karat, tapi teman-teman jangan salah ya… karena untuk perhiasan, kadar emas yang optimal adalah 75% atau 18 karat.

Nah mungkin muncul di pikiran teman-teman, kenapa tidak pilih yang murni saja? kan yang murni pasti lebih bagus?. Penjelasan singkatnya adalah, emas mempunyai sifat fisik sebagai logam, yaitu sifat lunak. Jika kita menggunakan emas dengan kadar 100% atau 24 karat sebagai bahan cincin, maka ditakutkan akan terjadi perubahan bentuk dari cincin kita itu sendiri seiring dengan pemakaian perhiasan kita sehari-hari. Karena pastinya jika dipakai akan terbentur-bentur ya, entah itu dengan tubuh kita sendiri ataupun benda lain. Jadi jika ingin punya emas 24 karat baiknya untuk simpanan saja ya, bisa berupa emas batangan, liontin, ataupun pajangan lainnya.

Bibit: Asal Usul

Selanjutnya kita bahas soal Bibit. Bibit yang paling sering kita dengar mungkin adalah bibit tanaman ya? Nah kata bibit memang diambil dari situ teman-teman, jadi bibit ini adalah asal mulanya sesuatu, atau singkatnya bisa kita sebut asal-usul. Kalau di calon pasangan kita sih sudah pasti ya bibit itu membahas soal orang tua dan pendahulu, kalau di perhiasan kira-kira tentang apa ya? Sama kok, kita akan bahas mengenai asal-usul dari cincin pernikahan yang akan kita beli. Yuk disimak!

Beberapa dari kalian mungkin sudah sangat percaya dengan merk-merk perhiasan tertentu, sehingga tidak lagi memikirkan asal-usul cincin pernikahan kalian. Tidak salah sih teman-teman, tapi pastinya merk besar menawarkan harga yang juga sepadan ya. Nah jika teman-teman ingin membeli cincin pernikahan di suatu toko, pastikan cincin tersebut dilengkapi dengan sertifikat, terutama jika cincin yang kalian pilih memiliki batu mulia seperti berlian. Sertifikat ini akan membuktikan bahwa cincin yang kalian beli memiliki kualitas yang sudah dibuktikan oleh lembaga terpercaya. Salah satu contohnya cincin berlian yang dibeli di TIARIA ini, memiliki sertifikat IGS (International Gem Society) untuk cincin emasnya, dan juga sertifikat GIA (Gemological Institute of America) untuk batu berliannya. Selain sertifikat, kalian juga bisa kepo-in toko tersebut untuk tanya dari mana mereka dapat suplai bahan mereka, untuk memastikan kualitas cincin pernikahan kalian tentunya.

Bebet: Penampilan

Poin terakhir nih teman-teman, yaitu bebet atau penampilan. Penampilan disini kita akan lebih membahas mengenai desain dan keunikan cincin pernikahan ya, dari segi visual. Mengapa desain cincin menjadi sesuatu yang penting? Cincin ini kan akan menjadi simbol pengikat hubungan kita dengan orang tercinta, nah pastinya kita mau cincin ini untuk memiliki arti spesial tersendiri, bukan hanya benda bulat yang melingkar di jari manis.

Desain cincin pernikahan yang beredar sudah cukup banyak, dan tentunya mempunyai keunikan dan keindahan masing-masing. Mari kita lihat beberapa inspirasi desain yuk!

Desain ini namanya Royal and Crown, bisa digunakan bagi kalian yang menanggap pasangan kalian sebagai raja/ratu di hidup kalian loh! Kira-kira bisa punya arti apa lagi nih kalau menurut kalian?
Kalau yang satu ini namanya Wings of Love and Guardian. Sayap cinta akan membawa rumah tangga kalian kemana saja. Guardian yang artinya sang penjaga bisa berarti kalian adalah penjaga untuk satu sama lain, cie…

Nah tadi itu beberapa contoh inspirasi desain yang punya arti tersendiri, bisa kalian pakai jika kalian merasa terwakili oleh desain tersebut. Tapi kalau tidak bisa menemukan desain yang mewakili perasaan kita, bagaimana ya? Wah kalau kamu merasa perasaanmu belum terwakilkan, mungkin kamu harus coba berkreasi sendiri ya dalam membuat desain cincin pernikahanmu. Pastinya akan jadi lebih istimewa lagi, karena hasil desain buatan sendiri.

Mendesain cincin pernikahan sendiri tentunya bisa kamu lakukan dengan didampingi oleh ahli di bidangnya ya. Carilah toko yang menyediakan layanan bebas desain cincin pernikahan, dan tentunya juga jangan lupakan dua tips lainnya yaitu bobot dan bibit. Jika kamu ingin mencoba desain cincin pernikahan sendiri tanpa mengeluarkan biaya mahal, kamu bisa mencoba membuat cincin pernikahan di TIARIA dan memanfaatkan layanan customized design mereka.