
Kita tahu bahwa rendah hati adalah karakter yang baik. Kita juga mungkin tahu bahwa kerendahan hati juga diperlukan dalam kehidupan pernikahan. Tapi apakah kita sungguh tahu bagaimana menerapkan kerendahan hati itu?
Berikut ini adalah contoh-contoh perwujudan kerendahan hati.
Layani pasanganmu. Ada hal-hal yang harus dikerjakan pasanganmu setiap harinya. Wujud kerendahan hatimu adalah melakukan beberapa hal tersebut untuk meringankan bebannya tanpa mengharapkan balasan.
Tidak harus selalu jadi pihak yang benar. Kamu tidak mungkin selalu benar atau selalu punya ide yang lebih baik dari pasanganmu. Wujud kerendahan hati adalah dengan segera menyadari bahwa kamu salah tanpa harus defensif, dan mengakui saat ide pasanganmu lebih baik dari idemu.
Meminta maaf. Pasti akan datang saatnya dimana kamu menyakiti atau mengecewakan pasanganmu. Wujud kerendahan hati adalah mengakui saat kamu salah dan kemudian segera meminta maaf.
Kenali pasanganmu. Kamu tentu sangat mengenal dirimu: kegiatan apa yang menyenangkan bagimu, tempat makan favoritmu, hadiah apa yang kamu harapkan, dan dengan cara apa kamu ingin disayang pasangan. Wujud kerendahan hati adalah mengetahui keinginan pasanganmu sama seperti kamu tahu keinginanmu sendiri dan mencari cara untuk memenuhi keinginan pasanganmu itu.

Rayakan keberhasilan pasanganmu. Akan ada saatnya dimana pasanganmu-lah yang mendapatkan sorotan dan ucapan selamat dari orang-orang atas keberhasilannya. Wujud kerendahan hati adalah turut merayakan keberhasilan pasanganmu dan tidak mencoba berkompetisi dengannya, tidak merasa eksistensimu terancam karenanya, dan tidak menyombongkan pencapaianmu sendiri.
Berkomunikasi dengan baik hati. Akan ada saatnya dimana pasanganmu mengucapkan kalimat yang menyakiti hatimu. Wujud kerendahan hati adalah tidak membalas dengan ucapan yang sama menyakitkannya, tidak menaikkan volume suaramu, atau tidak memandangnya dengan pandangan merendahkan.
Memprioritaskan kebutuhan pasanganmu. Kebutuhanmu bisa jadi berbeda dengan kebutuhan pasanganmu. Wujud kerendahan hati adalah menyadari kenyataan ini dan menempatkan kebutuhan pasanganmu di atas kebutuhanmu sendiri.
Melakukan hal-hal di atas sangat tidak mudah, apalagi bila hanya satu pihak saja yang mencoba melakukannya. Akan tetapi, memang hanya dengan kerendahan hati-lah biduk pernikahan dapat membahagiakan.
Selamat berjuang!
