Dear Bride-and-Groom-to-be…

Pernikahan adalah untuk seumur hidup. Karena itu, cincin nikahnya juga harus tahan lama.

Dalam menentukan cincin kawin yang akan dibeli, banyak pasangan yang hanya mendasarkan pilihannya pada desain. Selama desainnya mereka suka dan harganya masuk hitungan, maka cincinnya dibeli. Padahal, merek cincin juga seharusnya dipertimbangkan karena desain yang sama yang dibuat oleh dua perusahaan cincin kawin yang berbeda akan menghasilkan dua cincin yang kualitasnya berbeda. Kita pasti mau cincin nikah yang tahan lama ‘kan? Kalau tidak untuk diwariskan ke anak saat ia menikah kelak, paling tidak untuk ditunjukkan ke anak cucu sambil mengisahkan bagaimana Anda bertemu pasangan Anda dulu.

Berikut ini hal-hal yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih merek cincin kawin.

 

  1. Kualitas Pengerjaan

Kualitas cincin yang bagus terlihat dari kerapihan buatannya. Semakin modern teknologi yang digunakan, semakin rapi buatannya. Semakin manual pengerjaannya, semakin kasar hasilnya. Coba saja bandingkan cincin buatan toko-toko emas di pusat perdagangan emas di Jakarta dengan cincin bermerek internasional seperti Tiffany and Co. Bahkan orang awam perhiasan dengan mata telanjang pun dapat melihat perbedaannya!

Perhiasan keluaran perusahaan-perusahaan level internasional ini dikerjakan menggunakan teknologi tinggi, mulai dari A sampai Z proses pembuatan. Desainnya digambar oleh desainer perhiasan menggunakan teknologi 3D design. Setting berliannya (penempatan berlian ke dalam frame cincin) dilakukan oleh profesional. Molding, casting, polishing, finishing dan plating, semuanya dilakukan dengan teknologi. Pusat pembuatan dan pemasaran perhiasan berteknologi dunia ini ada di Hong Kong. Karena itu lah beberapa vendor perhiasan di Indonesia mengatakan bahwa perhiasannya berasal dari Hong Kong. Tapi yang harus dipastikan lagi, yang impor dari Hong Kong itu frame-nya saja atau benar-benar – ibarat mobil – completely build up (CBU) dari Hong Kong. Kalau frame-nya saja, berarti setting berliannya dilakukan oleh lokal.

Salah satu perusahaan perhiasan yang menyediakan cincin kawin CBU dari Hong Kong adalah Tiaria. Jadi cincinnya memang sepenuhnya memenuhi standar internasional dan melewati quality checking yang ketat di Hong Kong.

  1. Material Yang Digunakan

Kualitas bahan baku suatu produk turut menentukan kualitas hasil akhir produk tersebut. Pada cincin kawin, material utama yang digunakan adalah logam dan batu permata. Logamnya biasanya emas, batu permatanya biasanya berlian. Standar internasional untuk emas pada perhiasan adalah 18 karat (18K) atau, dengan kata lain, kandungan emasnya 75%. Cara hitungnya adalah membagi 18 dengan 24 karena emas murni adalah 24 karat. Ada memang perhiasan 9 karat, 14 karat, hingga 22 karat; tetapi standar internasional untuk perhiasan adalah 18 karat karena terbukti lebih kuat untuk pemakaian sehari-hari (tidak selunak 22 karat apalagi 24 karat), dan sangat jarang menimbulkan iritasi kulit (tidak seperti emas 9K atau 14K yang kandungan emasnya lebih sedikit). Sesuai standar internasional, perusahaan pembuat perhiasan harus menuliskan informasi tentang material perhiasan di setiap perhiasan produksinya. Kenapa? Karena kalau hanya dilihat dari luar, cincin emas 14K terlihat sama dengan cincin emas 18K. Jadi, kalau Anda membeli perhiasan, apalagi cincin kawin, cek lah apakah ada terukir di perhiasan tersebut informasi tentang materialnya. Misalnya, kalau perhiasan terbuat dari emas 18 karat, maka ada ukiran “Au750” (artinya Aurum/emas 75%) atau ukiran “G18K” (artinya Gold/emas 18 karat). Contoh lain, kalau perhiasan terbuat dari perak, maka ada ukiran “S925” yang artinya Silver/perak 92,5%. Kalau ukirannya menunjukkan “Pt950” maka artinya perhiasan tersebut terbuat dari Platinum dengan purity/kemurnian 95%. Ukiran ini tidak hanya ada di cincin loh… Di SEMUA tipe perhiasan seharusnya ada, kalau memang standar pembuatannya mengikuti standar internasional. Di kalung, biasanya ukirannya ada di ujung kalungnya. Di liontin, biasanya ukirannya ada di bagian belakang. Di anting, biasanya juga ada di bagian belakang. Semakin kecil perhiasannya, biasanya anting, maka semakin kecil ukuran hurufnya sehingga kadang perlu memicingkan mata untuk bisa membacanya. Tapi intinya, ukiran ini harus selalu ada di perhiasan berstandar internasional. Kenapa? Perhiasan biasanya terbuat dari logam yang berharga. Semakin besar kandungan logam berharga yang digunakan, semakin mahal biaya produksinya. Karena kandungan logam tidak kelihatan tampak luar oleh mata telanjang, maka produsen perhiasan yang nakal bisa saja mengurangi kandungan logamnya. Misalnya kandungan emas yang harusnya 75% dikurangi menjadi 60%. Kalau informasi ini tidak terukir di perhiasan, maka saat perhiasan diperiksa di laboratorium dan diketemukan bahwa kandungannya hanya 60%, perusahaan tidak terlalu bisa dituntut karena tidak ada bukti tertulis bahwa perusahaan mengatakan bahwa perhiasan tersebut mengandung emas 75%.

Nah, bagaimana prakteknya di Indonesia? Ada perusahaan lokal yang mengikuti standar internasional ini, ada juga yang tidak. Sebagai pembeli, kita lah yang harus pintar. Jangan hanya bertanya ke penjual “ini dari emas kan ya?” karena biasanya penjual akan menjawab “ya, emas”. Tanyalah, “ini emas berapa karat?”. Dan saat penjual menjawab “18 karat”, maka carilah ukiran Au750 atau G18K di perhiasan yang akan kita beli itu. Kalau kita tidak bisa menemukannya, tinggalkan! Kemungkinan besar emasnya kurang dari 18 karat.

Kalau mau berpikiran lebih buruk lagi, bisa jadi ada perusahaan yang, walaupun kandungan emas di perhiasannya kurang dari 75%, tetap mengukir “18K” di perhiasan produksinya tersebut. Karena itu lah banyak toko perhiasan yang hanya mau menerima buyback perhiasan yang berasal dari tokonya sendiri, tidak mau kalau perhiasannya berasal dari toko lain. Kenapa? Salah satu alasannya karena tidak yakin dengan kandungan emasnya!

Memang sih cincin kawin bukan untuk dijual kembali. Tapi tidakkah kita mau pasangan kita mendapatkan cincin terbaik yang tidak membuat kulitnya iritasi gara-gara kandungan emasnya kurang dari seharusnya? Bukankah kita mau cincin emas kita melambangkan kemurnian cinta kita? Apakah kita tega memberikan cincin emas yang ‘bukan emas’ pada pasangan kita hanya karena sedikit perbedaan harga?

Kalau Anda ingin mendapatkan cincin kawin yang dijual di Indonesia tapi berstandar internasional, salah satu pilihannya adalah Tiaria. Cincin kawin dan cincin tunangan Tiaria terbuat dari emas 18 karat yang artinya kadar emasnya benar-benar 75% emas, tidak kurang sedikit pun. Sesuai standar internasional, Tiaria berani menuliskan “Au750” di bagian dalam setiap cincin emasnya dan berani bila cincin emasnya diuji di laboratorium mana pun di seluruh dunia.

 

  1. Jaminan Perawatan

Hampir semua orang menginginkan pasangannya memakai cincin kawinnya setiap hari, seumur hidup. Pemakaian yang reguler dan berkepanjangan ini tentu lama kelamaan membuat cincin kawin tidak berkilau seindah saat hari pernikahan dulu. Karena itu, dalam membeli cincin kawin, sangat penting untuk mengetahui apa saja jaminan perawatan after-sales service yang ditawarkan oleh penjual.

Walau cincin emas tidak akan berubah warna menjadi hitam seperti halnya cincin perak, cincin emas tetap dapat terlihat kusam akibat pemakaian. Kita memang bisa membersihkannya dari debu dengan lap khusus, tetapi lebih baik lagi bila kita membawanya ke toko perhiasan untuk dibersihkan atau dicuci, seperti halnya bila kita ke toko kacamata untuk kacamata kita dibersihkan atau dicuci di sana. Carilah toko perhiasan yang menyediakan jasa cuci perhiasan ini dengan gratis, sebagai bagian dari servisnya.

Setelah beberapa tahun pemakaian, akan tiba saatnya kala pencucian perhiasan tidak menyelesaikan masalah. Saat ini terjadi, gold coating solusinya. Jadi, cincin emas dilapisi lagi dengan emas sehingga kilaunya tampak sempurna lagi. Di Indonesia, hampir tidak ada yang menawarkan jasa ini dengan cuma-cuma.

Biasanya, berat badan akan meningkat setelah beberapa tahun pernikahan. Untuk perempuan, biasanya karena mengandung dan melahirkan anak. Berat badan yang meningkat berarti jari yang menggemuk dan cincin kawin yang menjadi kekecilan. Apakah harus beli cincin kawin baru? Apakah harus tidak memakai cincin kawin lagi untuk selamanya? Tidak harus begitu, karena ada solusi resizing. Jadi cincinnya tetap sama, hanya saja ukurannya diperbesar (diperkecil juga bisa kalau memang kebutuhannya demikian).

Salah satu perusahaan yang lengkap memiliki jasa cleaning, gold coating, dan resizing adalah Tiaria. Cleaning bisa dilakukan kapan saja dan berapa kali pun, gold coating bisa dilakukan setahun sekali, dan resizing bisa dilakukan sekali. Resizing yang hanya sekali ini demi kualitas cincin karena resizing berkali-kali dapat membuat settingan batu permatanya tidak sekuat awalnya sehingga gampang lepas. Jaminan perawatan cincin yang meliputi Cleaning, Gold Coating, dan Resizing ini diberikan Tiaria untuk seumur hidup, dan gratis!

  1. Harga yang sesuai

“Ada harga, ada barang” adalah prinsip yang berlaku umum. Misalnya, kalau desain cincin impian kita memerlukan tujuh berlian, maka tentunya harganya lebih mahal dari cincin dengan hanya lima berlian. Bagaimana caranya agar kita tetap mendapatkan cincin berdesain pilihan kita tapi dengan harga yang masuk bujet? Jawabannya adalah dengan mengubah spesifikasi cincin, dalam hal ini adalah spesifikasi berliannya. Misalnya dari yang tadinya F color dan VVS clarity, diturunkan menjadi J Color dan SI clarity. Ukuran besar berliannya tetap sama, desain cincinnya tetap sama, dan berliannya tetap berlian (bukan diganti jadi zircon yang adalah batu buatan pabrik!). Perubahan spesifikasi berlian ini tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang. Hanya terlihat di sertifikat perhiasan. Jadi jangan kuatir ya.

Tidak banyak toko perhiasan yang bisa melakukan perubahan spesifikasi perhiasan seperti ini karena biasanya kita tinggal pilih cincin dari etalase, untuk kemudian di-resize lebih besar atau lebih kecil sesuai ukuran jari kita dan untuk kemudian diukir dengan nama kita. Salah satu perusahaan perhiasan yang bisa melakukan perubahan spesifikasi tanpa mengubah desain dan tampilan cincin adalah Tiaria. Tinggal beritahu Tiaria seperti apa desain cincin pilihan Anda dan berapa bujet Anda, maka Tiaria akan memberitahu Anda pilihan apa saja yang Anda punya. Bahkan kalau penurunan spesifikasi berlian tetap tidak masuk ke bujet Anda, Tiaria memiliki opsi untuk menggantinya dengan white topaz, yaitu natural gemstone (bukan buatan seperti halnya zircon) yang tampak luar tetap terlihat seperti berlian.

 

%d bloggers like this: