Tunangan identik dengan pertukaran cincin. Tradisi ini sudah ada sejak lama dan turun-temurun hingga sekarang. Menjelang hari tunangan, salah satu hal yang disiapkan oleh pasangan adalah cincin tunangan. Nah, apakah Anda bingung, siapa yang seharusnya membeli cincin tunangan? Apakah pasangan laki-laki atau menjadi tanggungan mereka berdua?
Jika di negara-negara barat, sesuai tradisi yang berlaku, seseorang yang harus mengatur dan melakukan pembelian cincin adalah calon pengantin laki-laki. Mereka perlu menghabiskan 1-3 kali gajinya untuk membeli cincin tunangan. Namun semakin berkembangnya zaman, tradisi tersebut mulai bergeser. Laki-laki tidak perlu lagi menghabiskan gajinya hanya untuk membeli cincin tunangan.
Selain aturan siapa yang harus membeli cincin, aturan lainnya mengenai material cincin yang dipakai juga tidak ada dalam catatan tertulis. Terbuat dari material berlian, emas, platinum, atau perak bukanlah masalah serius. Buatlah keputusan pribadi antara kedua calon mempelai mengenai pentingnya cincin tunangan bagi mereka. Karena, aturan-aturan tersebut dibuat berdasarkan aturan calon pengantin sendiri sesuai dengan keinginan dan kemampuan.