Pada mulanya, di zaman sebelum cincin berhiaskan batuan dipakai dalam upacara pertunangan, sang pria melamar pasangannya sembari membawa harta benda sebagai lambang bahwa secara finansial ia mampu menikahi sang wanita. Sang pria umumnya membawa kambing, domba, dan ternak lainnya untuk diberikan kepada keluarga wanita. Namun seiring dengan perkembangan zaman, dalam upacara pertunangan, memberikan cincin pertunangan yang berhiaskan batuan mulia dianggap cukup untuk menunjukkan status finansial.
Cincin pernikahan umumnya memakai cincin polos tanpa hiasan atau lekukan, untuk melambangkan cinta yang tidak berujung. Tapi sekarang, banyak pasangan yang memakai berbagai model cincin berlian atau cincin bermata batu mulia lainnya sebagai variasi dalam cincin pernikahan. Karena cincin pernikahan akan dipakai setiap hari untuk jangka waktu yang lama, umumnya batu hiasan yang dipakai ukurannya kecil saja dengan bentuk yang sederhana. Atau, bagi pasangan yang ingin memakai batu hiasan namun ingin cincin pernikahannya melingkar tanpa lekukan, bisa menempatkan batu hiasan di dalam permukaan cincin, sehingga tidak ada sambungan atau tonjolan pada cincin.
Dalam memilih cincin berlian, perlu diperhatikan apakah berlian tersebut memiliki sertifikat GIA. Salah satu seller perhiasan yang menyediakan berbagai model cincin berlian lengkap dengan sertifikat GIA adalah Tiaria, yang melayani pembelian secara online dan juga terpercaya untuk memudahkan transaksi anda